Perjuangan yang Dirasakan Mereka yang Peka Dan Punya Indra Keenam

  • 时间:
  • 浏览:0

Punya indra keenam adalah kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Dia yang memiliki kemampuan ini biasanya punya tingkat sensitivitas tinggi terhadap hal-hal di luar dirinya. Saat orang lain tidak bisa merasakan kehadiran makhluk lain di sekitarnya, mereka yang punya indra keenam akan lebih mudah menyadarinya.

Semoga dengan artikel ini kamu lebih paham perjuangan dan perasaan mereka yang memiliki indra keenam, ya. Dan buat kamu yang memang memiliki kelebihan, semoga kamu bisa jadi pribadi yang lebih bijak dalam menyikapi kepekaan yang kamu miliki!

Kamu: *bengong* *udah cerita panjang-panjang, malah dituduh bohong*

Dari jauh sih manusia, tapi semakin dekat kok kakinya makin panjang dan transparan ya?

Tempat sepi dan angker menyimpan banyak “kejutan” via salmanitb.com

Banyak bayangan berseliweran, banyak hal-hal aneh yang tertangkap matamu.

Di akhir hari kamu menyadari bahwa seluruh hal selalu pantas disyukuri. Kelebihan dan kepekaan yang kamu miliki memang membawa keuntungan dan kerugiannya sendiri. Tapi tidak sepantasnya kamu mengutuk hal yang sudah diberikan Tuhan padamu kan?

Banyak orang penasaran disekelilingnya ada makhluk lain atau tidak via www.ashgive.com

 “Sebentar. Jadi kemarin aku main sama siapa ya? Kok gak pernah ketemu lagi di komplek?”

Sekolah yang gedungnya sudah tua (biasanya sekolah negeri) menyimpan banyak penghuni unik yang bisa membuat kamu jantungan.

Hidup dengan indra keenam bukan hal yang gampang. Ada beberapa hal yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang memiliki kelebihan ini. Apa aja sih perjuangan dan dilema yang dihadapi oleh mereka yang punya indra keenam?

“LU PIKIR GUE CENAYANG??”

Udah capek angkat keril, capek juga lihat macam-macam

Walau terkadang kesal, tapi dengan memiliki kemampuan ini ternyata kamu diproses untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Suatu hari, kamu lemas karena si dia yang tak kasat mata yang tinggal di kampusmu mengajakmu berbincang. Kamu jadi bisa merasakan emosi yang dia rasakan. Akhirnya kamu gak konsen deh selama kuliah berlangsung.

Waktu masih kecil kamu bingung membedakan mana yang manusia dan mana yang bukan via blog.picsart.com

Kamu: “Dia, Ma” *menunjuk ke temanmu*

Karena sering tidak dipercaya, kamu jadi malas menceritakan kemampuanmu ke orang lain. Lebih baik menyimpannya untuk diri sendiri aja.

Kamu: “Iya, nanti kita main yaaaa…”

Kamu: “Lemes gue, habis dilihatin penunggu sini. Cerita macem-macem dia tadi. Capek”

Mamamu: “Kamu ngobrol sama siapa, Nak?”

Teman Sebelah: “Heh, ngapain lo tidur?”

Sementara “teman” yang kamu maksud itu sedang terbang di atas kepalamu.

Udah lihat yang aneh-aneh, capek secara fisik dan emosional, harus pintar menahan diri, masih dikatain “freak” lagi. Apa untungnya coba punya kemampuan macam ini?

Ketika frekuensimu dan makhluk lain di luar diri berhubungan, kemampuanmu akan membuat kamu terhubung secara emosional. Terkadang kamu bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Kamu bisa mengetahui bagaimana perjalanan hidup mereka.

“Freak”, “Aneh”, “Gila”, “Dukun” — jadi sebutan yang akrab buatmu semasa sekolah. Kemampuanmu kadang justru jadi bahan celaan. Padahal kamu juga gak minta dilahirkan dengan kelebihan ini