online roulette_888 Online Casino_Sabah Sports Betting

  • 时间:
  • 浏览:0

TeWade Internationalntu banyak cerita yang terciWade InternationalPta ketika bicara soal Wade InternationalMerantau. Ada yang benar-benar beruntung dan memiliki kehidupan yang lebih dari cukup, namun ada juga yang hidupnya pas-pasan. Ada yang bertahan di tanah rantau, ada pula yang akhirnya harus kembali pulang karena nggak sanggup tinggal di perantauan. Sebuah cerita haru baru-baru ini juga beredar di media sosial. Cerita tentang seorang anak yang bertemu kembali ibunya setelah tak berkabar selama 35 tahun di perantauan.

Pertemuan antara Paidi dan ibunya ini terjadi berkat bantuan seorang bernama Uskub Muzamil. Ia juga lah yang mengunggah cerita menggugah hati ini ke media sosial. Berkat Uskub Muzamil, anak dan ibu yang terpisah selama 35 tahun ini akhirnya bisa bertemu. Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan ibu Paidi yang telah berusia 100 tahun itu saat pertama kali melihat anaknya kembali. Berikut cerita lengkapnya:

35 tahun tak berkabar, bukan berarti Paidi sengaja melakukan hal itu. Alasan Paidi tak pernah pulang ataupun memberi kabar kepada keluarganya karena ia tak bisa tulis baca. Hal ini tentu menyulitkan dirinya untuk bertukar kabar dengan orang tuanya yang ada di kampung halaman. Apalagi, di Bengkulu, Paidi tak punya sanak keluarga. Ia hanya sendiri di sana. Tak ada seorang pun yang bisa ia mintai bantuan untuk mengabari keluarganya. Selama 35 tahun itu pulalah keluarganya yang di Wonogiri berusaha mencari kabar tentang Paidi, namun tak membuahkan hasil. Karena tak ada seorang pun yang tahu ke mana Paidi merantau.

Sejak zaman dulu, masyarakat kita memang terkenal dengan budaya merantau. Mencari kehidupan yang lebih baik atau sekadar ingin menimba ilmu, menuntut kita untuk meninggalkan kampung halaman tercinta dan pergi ke daerah yang bahkan belum pernah kita jajaki sebelumnya. Bermodalkan kegigihan dan keteguhan hati, para perantau ini bertekad untuk bisa memiliki kehidupan yang berkecukupan dan bisa ikut membantu perekonomian keluarga yang tinggal di kampung halaman.

Semoga cerita menggugah hati ini bisa menjadi pengingat bagi kamu yang saat ini juga merantau. Sejauh apapun kamu pergi merantau, jangan lupa untuk tetap menjaga komunikasi dan memberi kabar orang tua dan keluarga di rumah. Ketimbang uang atau materi yang kamu kirimkan pulang, mereka pasti lebih berharap untuk mendengar kabar kalau kamu baik-baik saja di tanah perantauan