Baccarat plan_Football Handicap Rules_Indonesian Football Handicap_Texas Hold'em App

  • 时间:
  • 浏览:0

JelasIntroIntroduction to Indonesia Lotteryduction to Indonesia Lotteryintroduction to Indonesia Lotterykan saja hal Introduction to Indonesia Lotteryini pada orang tuamu. Betapa kamu dan dia butuh ruang baru untuk memutuskan masa depan hubungan kalian. Melakoni perjalanan bersama adalah pilihan terbaik yang sudah ada. Serta tentu saja, tunjukkan bahwa kamu memang berkomitmen untuk mencari jalan keluar sambil terus berupaya menjaga diri.

(berdoalah banyak-banyak, Kawan! Doa baek-baek)

Tentu butuh proses yang tidak sebentar sebelum orang tua memberikan ACC mereka atas izin traveling bersama pacar. Saat izin itu sudah di tangan dan kalian berkomitmen penuh menjaga kepercayaan orang tua, artinya kamu dan dia memang bisa dipercaya.

Alasan ingin belajar mengatur uang bisa jadi salah satu jurus yang bisa dicoba. Agar lebih meyakinkan, kamu dan pacar bisa menabung jauh-jauh hari sebelumnya untuk dana liburan kalian sehingga tidak perlu meminta dana ke orang tua. Saat dana sudah terkumpul, baru deh minta izin ke orang tua untuk pergi bersama pasangan. Tunjukkan bahwa kamu dan dia sudah berhasil mengumpulkan sekian banyak dana dan ingin belajar mengaturnya berdua.

Jangan salah tangkap dulu. Ini bukan telanjang yang jorok! Kalau kamu mengatakan pada orang tuamu seeksplisit ini, tentu kamu gak akan diperbolehkan untuk traveling bareng pacarmu.

Kamu: “Aku pengen tau Bu, Rio itu orangnya kayak apa di alam. Kalau pas sehari-hari sih dia manis, kalau di alam ‘kan nanti kelihatan aslinya…”

(dalam suatu kesempatan memohon izin)

Ya, jauh dari orang tua adalah kesempatan untuk menjadi mandiri. Baik itu di tengah gunung maupun di kota asing yang belum pernah kalian datangi sebelumnya, kalian belajar untuk mengurus diri kalian sendiri tanpa campur tangan mereka. Mulai dari cari makan, cari tempat menginap, mengatur moda transportasi, sampai mengelola barang bawaanmu.

Kamu: “Iya Oom. Karena masa depan saya Prish juga mash jauh dan panjang saya ingin coba, bisa nggak ini pergi jauh tanpa banyak konflik sama Pris.”

Kamu: “Iya, Bu.”

Kalau kamu tinggal di Jakarta, kamu bisa minta izin untuk ke Bandung atau ke Puncak dulu. Berangkat pagi, pulang di malam harinya. Tunjukkan juga bahwa kamu bisa dipercaya dengan cara pulang sebelum waktu yang sudah disepakati. Hargailah kebebasan yang sudah orang tuamu berikan dengan menepati janji yang sudah kamu ucapkan.

Ya, kamu memang sudah dewasa. Kamu sudah mampu bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri. Restu orang tua untuk mengizinkanmu melakukan perjalanan bersama pacar pantas membuatmu senang. Tapi di balik itu, ada tanggung jawab besar.

Dibandingkan dengan solo traveling atau bareng teman-temanmu aja, tentu lebih nyaman kalau ada seseorang yang benar-benar kamu percaya, kan? Di tempat yang jauh dan asing, keberadaannya di sampingmu membuatmu merasa aman sehingga kamu pun bisa lebih fokus untuk menikmati pengalaman kalian. Lagipula, bukankah orang tuamu juga akan lebih tenang jika anak mereka dijaga oleh seseorang yang mereka kenal baik? Yah, kecuali kalo kalian pacarannya sembunyi-sembunyi, repot. Hehehe.

Traveling berdua bersama pacarmu adalah momen yang tepat untuk membuktikan kepada kedua orangtuamu bahwa kamu adalah anak yang bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kamu juga mampu menjaga diri dari hal-hal yang belum pantas kalian lakukan sebagai sepasang kekasih.

Ibarat gear mobil yang harus dinaikkan secara perlahan, kamu pun perlu meminta izin secara bertahap agar direstui traveling bersama pacar. Sebagai langkah awal, mulailah dari destinasi yang dekat dari kota asalmu. Tujuan wisata yang tidak butuh perjalanan panjang dan tanpa harus menginap.

Ibu: “Kamu mau naik ke Lawu sama Rio?”

Kamu gak mungkin terus-terusan jadi anak remaja yang minta jatah sama orang tua. Makanya, selain mengajarkan hidup mandiri, traveling juga melatih kalian untuk mengatur keuangan bersama. Dengan begitu, kalian bisa mengevaluasi bagaimana kalian mengelola dana yang kalian miliki untuk bisa survive melalui perjalanan kalian. Kayak latihan mengatur keuangan rumkah tangga kecil-kecilan, bukan?

Kamu: “Kalau traveling berdua aja nggak bisa, gimana aku bisa bangun masa depan sama dia Bu? Please Bu.”

Nah, bagi kalian yang sudah yakin memutuskan untuk lebih serius, traveling berdua adalah salah satu cara buat memantapkan hubungan kalian. Tapi masalahnya, gimana ya cara meyakinkan kedua orang tuamu untuk membolehkanmu traveling bersama dia?

Ortu Pacar: “Loh, kok jauh sekali?”

Apa yang harus dilakukan?

Nggak mudah lho bagi orang tua untuk membebaskanmu pergi bersama pacar. Mereka juga perlu kamu jaga hati dan kepercayaannya….

Kamu: “Permisi Ooom, Tante. Saya mau izin mengajak Prish jalan-jalan ke Bromo pekan depan.”

Nah, gak perlu bingung. Hipwee udah merangkum beberapa alasan logis dan cara yang bisa kamu gunakan untuk meyakinkan kedua orang tuamu.

Yang dimaksud di sini adalah kamu akan menemukan sisi yang tersembunyi dari kepribadian pacarmu. Selama ini, mungkin kalian cuma kencan biasa, kayak jalan, nonton, atau nongkrong. Itu belum cukup buat menguak sisi paling jujur dari pasangan kamu. Makanya, kalian perlu pergi jauh berdua sesekali.

Kekhawatiran orang tua untuk mengizinkanmu pergi traveling bersama pacar biasanya didasari oleh ketakutan bahwa akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sepanjang perjalanan. Kalian bisa terbawa suasana, hingga kehilangan kehormatan yang harusnya dijaga. Makanya, penting bagimu dan pacar untuk menunjukkan komitmen bahwa kalian bisa dipercaya dan tetap menjaga diri.

Ortu: “Ngapain? Aneh-aneh aja.”

Yoi, kalau berkompromi di sepanjang perjalanan aja nggak bisa bagaimana kalian mau berkompromi dalam hal-hal yang lebih krusial di masa depan? Ya tapi jangan se-lebay contoh di atas juga, ya. Bisa-bisa kamu disiram teh basi kalau pakai acara drama begitu.

Jelaskan pada orang tuamu bahwa momen traveling bersama pacar bisa memberikan kesempatan untuk berkembang jadi pribadi yang lebih mandiri. Berjalan bersama di tempat baru membuat kamu dan pacar mau tak mau harus belajar saling mengandalkan satu sama lain. Tanpa bantuan dan panduan dari orang tua, bisakah kalian bekerjasama sebagai satu tim yang solid?

Bagi sebagian orang, pacaran adalah jembatan untuk menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup kita. Dalam proses ini kalian akan saling mengenal, berkompromi, sebelum kemudian memutuskan apakah akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Ortu Pacar: “Ya, nanti kami pertimbangkan dulu.”

Jika restu sudah dikantongi, pastikan kamu melakukan persiapan sebaik mungkin untuk perjalananmu bersamanya. Nah, udah ada ide mau traveling ke mana bersamanya?

Setelah restu sudah di tangan kamu harus memegang teguh janji dan ucapanmu pada mereka. Buktikan bahwa kamu adalah manusia dewasa yang mampu membuktikan semua ucapannya.

Traveling bersama pacar mau tak mau memaksa kalian harus membuat rencana bersama. Mau pergi ke mana, menentukan berapa bujet yang bisa dikeluarkan, sampai berkompromi untuk menyepakati destinasi yang akan disinggahi di tiap rute. Dari sini, kamu bisa melihat apakah pasanganmu adalah orang yang bisa mendengar pendapat orang lain atau justru keras kepala dan mau menang sendiri.

Hubungan yang sudah disepakati untuk dibawa ke arah yang lebih serius tentu membutuhkan persiapan yang tidak main-main. Kamu dan pasangan harus bisa menyatukan rencana masa depan, menyamakan pandangan demi mencapai tujuan. Kegiatan pacaran standar macam nonton dan makan bersama tidak bisa jadi patokan untuk mengetahui kecocokan. Butuh lebih dari sekadar 2-3 jam waktu bersama untuk menilai, apakah kalian bisa menghadapi masa depan berdua.

Kadang ada sesuatu yang mengganjal hatimu–sesuatu yang membuatmu belum mampu memantapkan diri untuk menambatkan hatimu padanya, terutama jika hubunganmu udah serius banget dengan pacar. Dengan melakukan perjalanan bersama, kamu dan pacar punya waktu untuk refleksi. Lepas dari rutinitas membuat kalian bisa berpikir dengan jernih dan tenang.

Walaupun mentok-mentoknya suruh buat modal usaha bareng aja, paling tidak kamu sudah mencoba…

Ibu: “Kok ya harus pergi jauh segala sih?”

Kamu: “Bu, Pak, aku mau izin jalan-jalan sama Mas Yogi ya sehari ke Bandung.”