Stres Bisa Mengubah 「Introduction to Indonesia Lottery」Warna Rambut? Ini Penjelasannya

  • 时间:
  • 浏览:0

JiInIntroduction to Indonesia Lotterytroduction to Indonesia LotterykIIntroduction to IndonesiIntroduction to Indonesia Lotterya Lotteryntroduction to Indonesia Lotterya tiap helai rambut diamati dengan teliti menggunakan alat khusus, maka akan terlihat bahwa rambut yang terlihat hitam legam tak memiliki warna yang semuanya hitam sempurna.

Pada studi tersebut, selain ditemukan fakta bahwa stres bisa memicu pertumbuhan uban, juga ditemukan fakta lain bahwa pertumbuhan uban yang menggila di kepala bisa dicegah atau dihentikan ketika stres diobati dan ditangani dengan benar.

Baca juga: Halau Uban dengan Kulit Kentang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Masker Alami untuk Menjinakkan Rambut Kering yang Mengembang

Ketika akhirnya "lahir" dan muncul ke permukaan kulit kepala, para faktor yang memengaruhi folikel ini akan menjadi permanen dan mengkristal menjadi bentuk yang berbeda-beda. Salah satunya adalah menjadi helai rambut yang bernuansa putih keperakan.

Ilustrasi uban, rambut beruban

Fakta yang terakhir, dikuatkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Columbia University yang menyebutkan bahwa ada kaitan erat antara stres dan pertumbuhan uban pada rambut kita.

Seperti dilansir dari Times of India, penemuan tersebut kini sudah dipublikasikan secara resmi di jurnal eLife.

Sebelum lahir ke permukaan kepala, rambut akan berbentuk folikel di dalam kulit kepala. Di fase ini, folikel akan dipengaruhi oleh berbagai macam hal termasuk hormon stres dan hormon-hormon lain yang diproduksi oleh tubuh dan otak.

Ketika seseorang mengalami stres jangka panjang, hormon stres akan sangat memengaruhi folikel dan memengaruhi sistem perwarnaan rambut. 

Pertumbuhan rambut, termasuk uban, mengalami proses yang runut dan teratur sesuai sistem metabolisme tubuh.

KOMPAS.com - Stres bisa berakibat macam-macam, mulai penurunan atau kenaikan berat badan, munculnya berbagai masalah pada kulit, hingga perubahan warna rambut.

Hal ini kontras dengan penelitian sebelumnya, yang dilakukan pada sebuah tikus, bahwa pertumbuhan uban karena stres akan berlangsung permanen. Dalam artian tak bisa dihentikan prosesnya.